ACC Minta Penyidik Bongkar Jaringan Mafia Proyek Anggu Cs

Rabu, 30 Juni 2021 11:40

Agung Sucipto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti fakta sidang Agung Sucipto alias Anggu. Pengakuan saksi dinilai tak sepantasnya dibiarkan bias, apalagi sampai diabaikan.

Peneliti ACC Sulawesi, Anggareksa mengatakan, KPK sampai saat ini belum terdengar bergerak untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkaitnya munculnya sejumlah nama yang masuk dalam lingkaran hitam gratifikasi proyek di Sulsel. Menurutnya, ini aneh sebab, fakta sidang sudah terang benderang menguak peran masing-masing.

“Banyak fakta yang terungkap di persidangan. Pertanyaan saya, bagaimana tindaklanjutnya. Padahal, sudah disebutkan beberapa orang ikut menyerahkan uang. Misalnya, ada yang lewat Anggu,” ujarnya, Selasa, 29 Juni.

Anggareksa menilai, jika KPK memang serius membongkar praktik hitam ini, jangan setengah-setengah. Harus berani menjerat siapa pun yang terlibat. Sebab, mereka yang terkait dalam kasus ini adalah bagian dari kelompok kontraktor yang memang selama ini memainkan proyek lewat jalan yang melanggar hukum.

Bahkan, kata dia, JPU KPK harus kembali menghadirkan saksi-saksi kunci yang hadir pada saat sidang Anggu agar bersaksi di persidangan Nurdin Abdullah nantinya. Ini untuk membuka tabir suap dan gratifikasi ini siapa saja yang terlibat.

Apalagi, sebelumnya, sejumlah nama kontraktor mencuat namanya sebagai bagian dari proses “kongkalikong” proyek di Sulsel.

Sementara itu, Pengamat Hukum Pidana UIN Alauddin Makassar, Rahman Syamsuddin menilai di dalam KUHAP ada lima alat bukti yang sah yakni keterangan terdakwa, keterangan saksi, surat-surat, keterangan ahli, dan petunjuk. Alat bukti satu dengan yang lainnya, kata Rahmat, saling menguatkan dan bisa menjadi pegangan majelis hakim dalam menuangkan putusan nantinya.

Bagikan berita ini:
8
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar