Disdik Makassar Jadi Sarang Pungli? Dewan: Kenaikan Pangkat Bayar Rp2,5 Juta

Rabu, 30 Juni 2021 19:28

ILUSTRASI. Pungli

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Isu pungutan liar (pungli) masih menggerogoti di Instansi pemerintah Kota Makassar. Salah satunya di Dinas Pendidikan (Disdik).

Laporan yang diterima DPRD Makassar, ada oknum pejabat Disdik mengumpulkan ASN kemudian meminta bayaran dengan janji kenaikan pangkat. Praktik curang ini diketahui terjadi sejak 2019 hingga 2021.

Plt Kepala Disdik Makassar, Nielma Palamba telah berkoordinasi dengan DPRD Makassar atas kasus tersebut. Saat ini, tengah diklarifikasi oleh panitia kerja (panja).

Nielma menyebut, jika ada oknum Disdik yang terbukti maka akan dijatuhi sanksi. Begitu pun bagi ASN yang membayar untuk kenaikan pangkat tersebut.

“ASN yang membayar sama-sama sanksinya. Ada prosedur undang-undang kepegawaian kita usulkan ke Inspektorat, ada tahapan nanti BKD urus,” pungkasnya, Rabu (30/6/2021).

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Wahab Tahir, menyebut ada oknum yang kerap mengumpulkan para Aparatur Sipil Negara alias ASN Dinas Pendidikan dengan iming-iming menawarkan kenaikan pangkat.

“Oknum tersebut memberikan biaya jasa dan layanan dalam setiap pengurusan kenaikan pangkat. Besarannya, di antaranya Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per orang,” kata Wahab.

“Ini masih penyelidikan, saya akan sampaikan kalau sudah pasti disertai bukti lampiran dari dokumen yang kami miliki soal berapa jumlah ASN Disdik Makassar yang mengurus kenaikan pangkat,” lanjutnya.

Bagikan berita ini:
2
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar