Kasihan, Jembatan Gantung di Mamasa Ini Bahayakan Siswa

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAMASA -- Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses ke sekolah, rusak berat. Hanya tersisa untaian tali, tanpa pijakan sama sekali.

Akibatnya, siswa SD 010 Saluang dan SMP Talipuki terpaksa meniti sisi jembatan gantung tanpa pengaman. Mereka bisa saja terjatuh dan kehilangan nyawa.

Kepala Dinas PUPR Mamasa, Daud Tandi Arruan mengatakan, kondisi jembatan gantung itu memang sudah tidak layak. "Sudah usang karena pakai kayu. Idealnya kayu itu bertahan hanya tiga tahun. Ini sudah hampir sepuluh tahun," jelas Daud, Senin, 28 Juni.

Ia menyesalkan tidak ada laporan dari pemerintah desa setempat mengenai hal tersebut. "Masalahnya Pak Kepala Desa tidak pernah laporkan, katanya baru dianggarkan Rp11 juta dari ADD tahun ini. Itu tidak akan cukup, makanya Pak Sekda perintahkan untuk bikin desain dan susun RAB supaya cepat diperbaiki," sambungnya.

Daud menambahkan, anggaran untuk perbaikan jembatan gantung pun tidak langsung cair. Butuh proses agak panjang. Sementara kebutuhan perbaikan jembatan sangat mendesak.

Sekretaris Dinas Pendidikan Mamasa, Tutug Widodo menyebut jembatan tersebut dilalui oleh siswa dan warga. Beruntung, aktivitas sekolah tidak ramai seperti biasanya sejak pandemi melanda.

Anggota BPD Desa Pamoseang, Ridwan memaparkan, anggaran perbaikan jembatan gantung itu sudah dibahas di musrembang desa tahun ini. "Tetapi belum ada pencairan makanya belum terealisasi," ujarnya. (wir/yuk)

Jumlah Siswa SD dan SMP di Desa Pamoseang:

SDN 010 Saluang 49 siswa

  • 26 laki-laki
  • 23 perempuan

*SMP Talipuki (swasta)
63 siswa

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan