Tersangka Pembunuh Rian Diteriaki Tetangganya, Ada yang Beri Pesan Haru

Rabu, 30 Juni 2021 19:36

Tersangka H alias Lala (baju merah dan berambut pirang) saat digiring polisi ke mobil tahanan. (Screenshot)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polisi telah melakukan rekonstruksi dalam kasus pembunuhan Rian dengan cara dianiaya hingga tewas di Makassar, dan mayatnya dibuang dan dibakar di Kabupaten Maros, 11 Juni 2021 lalu.

Ada sembilan orang rekan korban yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Satu di antaranya adalah H alias Lala, warga Jalan Sungai Limboto, Lorong 54, Makassar.

Di rumahnya itu, korban Rian dianiaya untuk yang kedua kali hingga tewas. Rekonstruksi pun dilakukan di rumahnya itu oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel, Rabu (30/6/2021) pagi tadi.

Selama rekonstruksi berlangsung, tetangga tersangka Lala memadati lokasi itu. Bahkan saat Lala digiring ke mobil tahanan, tetangganya pun bersorak.

Lala pun tampak tak terima. Ia hanya bisa mengucapkan sepatah kata dari mulutnya yang ditutupi masker dan raut wajah emosi, serta tangan terborgol sambil berjalan menuju mobil tahanan.

Lala juga dikawal oleh dua polisi wanita di samping kanan kirinya, dan dikelilingi oleh puluhan aparat kepolisian bersenjata laras panjang.

Di samping puluhan warga yang menyoraki Lala, ada salah satu warga yang justru memberikan pesan haru kepada Lala, wanita berambut pirang itu.

“Sembahyangko di dalam (penjara) nak. Sembahyangko. Diam mko,” kata pria itu dalam video yang beredar.

Itu terjadi setelah beberapa rekannya memeragakan caranya mengangkat mayat Rian, yang telah tewas usai mereka aniaya lalu diangkut ke dalam sebuah mobil rental untuk dibawa ke Kabupaten Maros untuk dibakar.

Setelah rekonstruksi dilakukan di rumah Lala, polisi kembali melanjutkan di Hotel Wisata, Jalan Haji Bau, Makassar siang tadi.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Sulsel, AKBP Akbar, mengatakan, sembilan tersangka dihadirkan dalam setiap rekonstruksi di tiga lokasi berbeda. Yakni di rumah tersangka Lala, di Hotel Wisata kamar 405, dan Bukit Tinggi Maros sebagai lokasi mayat Rian ditemukan dalam kondisi hangus.

Sayang, perwira polisi dua melati ini enggan merinci pada adegan ke berapa korban Rian sekarat usai dianiaya oleh para tersangka dan akhirnya tewas.

“Ada 42 adegan. Yang jelas kematian korban pada saat di Sungai Limboto. Semua karena dipukul pakai tangan. Termasuk pakai ikat pinggang,” katanya kepada wartawan. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
8
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar