Bank Dunia Sebut Indonesia Kekurangan Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Kelas Menengah

Kamis, 1 Juli 2021 17:08

Para pencari kerja mendatangi bursa kerja 2019 gelombang ketiga di Blok M Square, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019). ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia kekurangan lapangan pekerjaan untuk kelompok masyarakat kelas menengah alias middle-class job. Demikian hasil studi Bank Dunia (World Bank) yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen Rabu (30/6).

Jika ingin naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045, Indonesia perlu menciptakan lebih banyak middle-class job. Jenis pekerjaan itu memungkinkan setiap rumah tangga menjalani kehidupan kelas menengah.

“Perlu diciptakan lingkungan yang mendukung pekerjaan kelas menengah dapat tumbuh dan berkembang. Pemerintah Indonesia memahami hal ini dan mengambil langkah-langkah untuk mewujudkannya,” ujar Satu.

Sejak 2009 hingga 2019, Indonesia mencetak rata-rata 2,4 juta pekerjaan baru setiap tahun. Pada 2019, angka pengangguran mencapai titik paling rendah dalam dua dekade terakhir. Yakni, sekitar 5,2 persen.

“Penciptaan lapangan kerja pada skala tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan berhasil mengentaskan rakyat dari kemiskinan,” jelas Satu.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Tentu dengan mempertimbangkan produktivitas yang tinggi dan upah yang lebih baik.

nia mencatat, dari sekitar 85 juta warga Indonesia yang berpenghasilan, hanya sekitar 15,4 persen yang mendapatkan penghasilan kelas menengah. Sementara, 7 persen dari 49 juta tenaga kerja mendapatkan upah setara kelas menengah.

Bagikan berita ini:
2
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar