Disinyalir Ada Kongkalikong, Penambahan Persyaratan Bakal Memenangkan Kontraktor Tertentu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE — Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Bone menambahkan persyaratan batching plant untuk 13 paket jalan. Namun, kuat dugaan hanya akan memenangkan perusahaan tertentu saja.

Fasilitator Pengadaan Barang dan Jasa, Rahfan Mokoginta menjelaskan, kalau persyaratan itu langsung dikunci soal batching plant harus penyedia lokal. Pertanyaan yang muncul, yang dimaksud dengan lokal itu yang mana, apakah lokal kecamatan, kabupaten, atau lokal provinsi? Harus diperjelas dulu itu.

“Kalau yang dimaksud lokal di kabupaten itu menurut saya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan, justru memperkecil persaingan usaha,” katanya kepada FAJAR Kamis (1/7/2021).

Kata dia, apakah ada di dalam analisa harga satuan sewa batching plant, atau justru hasil batching plantnya yang dibayar. Apakah sewanya atau produknya? Kalau produknya tentu terserah mau diambil dari mana, asal produknya berkualitas.

“Sebenarnya yang dilihat ini outputnya, bukan alatnya (batching plant). Output dari batching plantnya sesuai dengan kualitas yang dipersyaratkan,” bebernya.

Rahfan mencontoh, anggaplah dua perusahaan yang punya batching plant, lalu ada 13 paket, dengan nilai total Rp284,9 miliar. Artinya itu menuju ke dua perusahaan tersebut saja, otomatis yang lain tidak dapat.

“Ini jelas melanggar prinsip pengadaan, khususnya prinsip terbuka. Agak diskriminatif dan akan mengarah ke perusahaan tertentu. Mempersempit persaingan usaha,” ucapnya.

  • Bagikan