Gugatan Praperadilan Istri Terduga Teroris Dicabut, LBH Muslim: Suaminya Tak Tahan Tekanan Psikis

Kamis, 1 Juli 2021 17:59

Salah satu terduga teroris yang akan dibawa ke Jakarta beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Syamsinar kini pasrah. Suaminya, Wahyudin yang ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi teroris di Makassar. Dan, telah diberangkatkan ke Jakarta siang tadi.

Padahal, Syamsinar bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim telah mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Hal itu dilakukan karena Syamsinar dan LBH Muslim menganggap, penahanan terduga teroris Wahyudin di Mapolda Sulsel sejak April 2021 lalu, sudah lewat 21 hari.

Ditambah lagi, status hukum. Wahyudin belum ditentukan oleh penyidik Densus 88, apakah sudah sebagai tersangka atau hanya sebatas terduga saja.

Namun apa daya, suaminya itu telah diberangkatkan ke Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut, terkait dugaan tindak pidana terorisme. Otomatis, gugatan praperadilan pun dicabut.

“Alasan klien kami cabut kuasanya karena adanya desakan dari suaminya yang katanya, suaminya (Wahyudin) sudah tidak tahan dengan tekanan psikis,” kata Direktur LBH Muslim, Abdullah Mahir, Kamis (1/7/2021).

Alasan pencabutan itu, lanjut Mahir, terduga teroris Wahyudin sudah tak tahan dengan sejumlah tekanan yang akan berdampak pada keluarganya, jika tetap kukuh mengajukan praperadilan.

“Katanya suaminya sudah tidak tahan dengan tekanan psikis dan ancaman ditakut-takuti hukuman berat, dan akan ditahan di Nusakambangan,” tambah Mahir.

“Dan suaminya ancam akan ceraikan klien saya (istri Wahyudin, Syamsinar) kalau klien saya tidak cabut gugatan praperadilannya,” sambung dia kepada jurnalis Fajar.co.id.

Bagikan berita ini:
3
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar