Pulang dari Kyrgyztan, Guspardi Gaus Menolak Dikarantina Petugas Kemenkes

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus mengaku menolak untuk dikarantina oleh petugas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (dok Jawapos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus mengaku menolak untuk dikarantina oleh petugas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia tetap memilih untuk hadir Rapat Pansus Otsus Papua di Gedung DPR. Meskipun baru pulang dari luar negeri (LN), yakni Kyrgyzstan.

“Saya baru datang dari Kyrgyztan, saya cemas juga semalam, mau diinapkan di hotel,” ujar Guspardi dalam Rapat Pansus Otsus Papua DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/7).

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjelaskan, isolasi hanya diperuntukan bagi orang yang tinggal di luar negeri yang datang ke Indonesia. Sementara dirinya tidak tinggal di luar negeri.

“Dan memang cara-cara yang dilakukan tidak baik yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Harusnya yang dikarantina itu adalah orang-orang yang tinggal di luar negeri,” tuturnya.

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto.m
Guspardi menuturkan dirinya dipaksa oleh petugas untuk melakukan isolasi di sebuah hotel. Namun dirinya menegaskan untuk menolak. Karena dia mementingkan tugas-tugasnya sebagai anggota dewan.

“Jadi diperlakukan tidak baik, karena apa, saya ingin hadir di acara ini, jadi mohon maaf kalau seandainya saya terlambat,” ungkapnya.

Sementara, anggota DPR RI Fraksi PDIP, My Esti Wijayati mengaku keberatannya terkait Guspardi Gaus yang enggan untuk diisolasi. Dia menegaskan, rapat selanjutnya Guspardi Gaus harus memastikan dirinya telah menjalani test usap atau swab test.

“Cuman Pak Gaus harus rapid test dulu karena dari luar negeri, saya deg-degan tadi, Pak Gaus dari luar negeri, jadi kita kalau mau deket-deket Pak Gaus agak ngeri-ngeri juga,” tegas My Esti

Kemudian Anggota DPR RI Fraksi PKB, Heru Widodo juga menyatakan keberatannya karena Guspardi Gaus tetap memaksakan diri menghadiri rapat di DPR. Ini lantaran angka penularan Covid-19 di dalam negeri sudah mengkhawatirkan.

“Pak Gaus ini harus diswab dulu, atau isolasi mandiri dulu lah, saya setuju dengan bu Esti tadi. Karena ini kondisi Covid-19 sudah menggila. Saya kira kita nggak bisa memaksakan seperti ini terus,” tegasnya.

Diketahui, untuk Warga Negara Asing (WNA) mau pun Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri ke tanah air wajib untuk melakukan isolasi atau karantina. Hal itu seperti diatur dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8/2021. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan