Serda Mugiyanto, Babinsa dengan Julukan Jenderal Buah Lengkeng

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JATENG -- Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ternyata memiliki seorang jenderal buah lengkeng. Sebutan tersebut diberikan pada Mugiyanto. Serda Mugiyanto adalah anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Koramil 19/Borobudur Kodim 0705 Magelang.

Dari lahan miliknya dengan 250 tanaman lengkeng usia enam tahun, rata-rata bisa menghasilkan 75 kilogram buah lengkeng per tanaman dalam satu tahun. Jika dihitung 200 batang buah lengkeng dikalikan 75 kilogram, maka hasilnya sudah 15 ton.

Per kilogram petani lengkeng bisa menjual hingga Rp 50 ribu. Jika ditotal maka dalam satu tahun bisa meraup omzet hingga Rp 750 juta. Luar biasa. Dengan omzet tersebut, Serda Mugiyanto menampik keras jika pekerjaan petani rendah, kotor atau penghasilannya tidak seberapa. Namun, dia mengakui, bertani tanaman lengkeng bukan pekerjaan mudah. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum menekuni usaha tersebut.

Mulai dari keahlian mendapatkan bibit unggul, mengetahui lokasi yang akan ditanami, suhu lingkungan, kontur tanah, teknologi yang akan digunakan, hingga perawatan. Selain itu, Serda Mugiyanto menyampaikan untuk menjadi seorang petani sukses disiplin adalah kunci utama.

Mugiyanto juga dikenal sebagai motivator, petani, koordinator petani. Dia bahkan mampu merangkul dan membina hingga 10 ribu petani dari Sabang sampai Merauke. Karena keberhasilannya tersebut, dia kemudian dijuluki sebagai "Jenderal buah lengkeng" oleh Kementerian Pertanian.

Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh petani lengkeng binaan Serda Mugiyanto, ialah pembeli bisa memetik langsung dari pohonnya, berwisata sambil belajar tentang tanaman yang bernama latin Dimocarpus longan tersebut. Kunjungan wisata ke perkebunan lengkeng salah satu binaannya di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang bisa mencapai 10 ribu orang dalam satu tahun sebelum terjadi pandemi covid-19. Saat pandemi, aktivitas atau kunjungan ke perkebunan lengkeng dibatasi untuk mencegah penularan virus corona.

  • Bagikan