Wabah Covid-19, Din Syamsuddin Imbau Masyarakat Tingkatkan Disiplin dengan Menegakkan Prokes

Kamis, 1 Juli 2021 17:17

Din Syamsuddin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin merespons penetapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang baru saja disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Din pun meminta masyarakat bersatu padu dan bahu membahu menanggulangi musibah virus korona atau Covid-19.

“Segenap rakyat agar meningkatkan disiplin menegakkan Protokol Kesehatan dengan menjalankan 5M sebagai bentuk ikhtiar insani. Namun, dalam keadaan demikian upaya ruhani yakni mendekatkan diri kepada Ilahi Allah SWT janganlah dihindari atau dikurangi,” kata Din dalam keterangannya, Kamis (1/7).

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meminta Pemerintah agar lebih bersungguh-sungguh menanggulangi bencana nasional ini, dengan tidak ragu-ragu menerapkan penutupan wilayah (lock down), dan mengutamakan pelayanan kesehatan bagi rakyat.

“Dana ratusan triliun yang dikuasai Pemerintah agar dimanfaatkan untuk penyediaan obat-obatan, suntikan, vaksin gratis bagi rakyat, dan mendorong Perguruan Tinggi Nasional/Laboratorium Kesehatan Nasional untuk meneliti dan memproduksi vaksin dan obat-obatan dari dalam negeri sendiri dari pada mengimpornya dari luar negeri,” ucap Din.

Din pun meminta, kepada pemangku amanat kekuasaan, para elit politik, untuk menunjukkan empati kepada penderitaan rakyat. Menurutnya di tengah suasana demikian, maka berlakulah arif untuk menghentikan tindakan-tindakan kontra produktif,” cetus Din.

Hal ini terlihat seperti mempertentangkan agama dengan Pancasila, senagaimana polemik dalam Test Wawasan Kebangsaan para pegawai KPK yang cenderung mengembuskan tuduhan kepada pihak lain. Serta mengembangkan isu-isu politik ambisius seperti pemindahan Ibu Kota Negara, perpanjangan masa kekuasaan Presiden, atau pengajuan Capres-Cawapres, serta sikap otoriter represif yang melemahkan kebebasan akademik di kampus.

Bagikan berita ini:
8
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar