Anwar Abbas Sebut Tuhan Murka Jika Masjid Ditutup, Gus Nadir: Sok Tahu!

Jumat, 2 Juli 2021 15:06

gus nadir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat resmi diterapkan mulai Sabtu 3 Juli 2021 hingga 17 hari setelahnya. Aturan ini berdasarkan Instruksi Mendagri PPKM darurat dengan Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Ada 13 poin yang tertuang dalam aturan tarik rem darurat ini yang pada intinya mengatur tentang pelaksanaan PPKM darurat. Salah satu yang diatur adalah penutupan sementara rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, dan lainnya.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas pun memberikan tanggapannya atas kebijakan penutupan rumah ibadah umat muslim tersebut. Ia membandingkan dengan tidak ditutupnya area perkantoran.

Sehingga menurutnya, jika kantor tidak ditutup sementara masjid ditutup, maka bangsa ini akan dimarahi Tuhan.

Cendekiawan muslim yang juga tokoh Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen bereaksi dengan tanggapan Anwar Abbas itu. Menurutnya, pernyataan Anwar Abbas jelas keliru.

“Pak Anwar Abbas ini keliru. Menutup masjid sementara (gak selamanya) dalam kondisi darurat itu dibenarkan sesuai kaidah fiqh dan maqashid as-syariah,” sebut Gus Nadir lewat cuitannya di Twitter, @na_dirs, Jumat (2/7/2021).

Tak sampai disitu, waktu melontarkan pernyataan itu dinilai Gus Nadir juga tidak tepat. Pasalnya saat Covid-19 tengah melonjak tajam di hampir seluruh wilayah Jawa dan Bali, kebijakan tersebut sah-sah saja ditempuh demi keselamatan masyarakat umum.

Bagikan berita ini:
1
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar