Bikin Terenyuh… Kedua Orang Tuanya Meninggal, Najwa Shihab Bantu Mahasiswa IAIN Bone

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE -- "Amanah kedua orang tua saya melihat anaknya sarjana. Saya harus mewujudkan amanah itu," ucap Eriec Rizky Adriawan, mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Bone kepada FAJAR, Jumat (2/7/2021).

Hidup Eriec begitu susah. Dia harus menjadi kurir setiap hari untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, membayar kontrakan, dan biaya kuliah. Kadang pula jadi kuli bangunan, dan berjualan dagangan orang di pasar.

"Saya tidak pernah merasa malu kak. Kalau saya malu saya tidak bisa hidup," ujar Eriec.

Tanpa sepengetahuannya, Najwa langsung menghubunginya untuk memberikan kabar kalau Eriec jadi salah satu penerima Celengan Beasiswa Narasi. Setidaknya, Eriec bisa sedikit lega karena biaya UKT-nya sudah terpenuhi dan dia bisa mulai fokus untuk skripsi.

"Jadi kakak nelfon, karena kaka baca cerita kamu. Jadi kamu ngajuin beasiswa ini untuk kebutuhan apa," tanya Najwa dalam akun instagram pribadinya.

"Kebutuhan kuliah kak. Karena bilangnya kalau wisuda itu kebutuhannya banyak. Jadi saya sekarang harus kerja kumpulin uangnya. Karena orang tua bilangnya dulu cuman mau lihat sarjana," jawab Eriec.

Najwa melanjutkan, setelah membaca pengajuan Eriec insyaallah Celengan Beasiswa Narasi akan bisa membantu Eriec menyelesaikan biaya-biaya yang dibutuhkan. "Ada untuk pengajuan UKT-nya, untuk biaya hidup, dan biaya print tugas makalah," sambung Founder Narasi TV itu.

Saat FAJAR menanyakan hal tersebut, Eriec mengaku tidak mengetahuinya sama sekali. "Pertama saya tidak tahu itu beasiswa dari Kak Nana," akunya.

Kata mahasiswa semester 8, jurusan Hukum Keluarga Islam itu awalnya hanya ditanya sama tetangganya untuk ikut itu. Dan semua persyaratan sudah dipenuhi. Hanya satu yang belum. Ada persyaratan berfoto dengan orang tua.

"Saya tidak kirimkan. Karena ibu (Titik Rohmatun) sudah meninggal di Samarinda awal 2021 lalu. Ayah (Falik Anwar) juga sudah meninggal akhir tahun 2020," sebutnya.

Lelaki berusia 22 tahun itu merasa bersyukur sekali, Nana (sapaan karib Najwa Shihab) bisa membantunya untuk menyelesaikan studinya. Apalagi ini adalah keinginan kedua orang tuanya. Meski sebenarnya bukan orang mampu tetapi, tetap ingin menguliahkan anaknya.

"Waktu mereka masih hidup, dan ingin buat saya sarjana dengan kerja keras mereka sendiri. Keduanya sudah meninggal saya harus penuhi amanah mereka. Mereka cuman ingin lihat saya sarjana saja," sebutnya.

Saat ini sudah mau mengajukan judul. Dia juga merupakan perantau ke Bone. Bersuku Jawa, lahir di Samarinda, lalu orang tua merantau ke Bone. "Memang sekolah dari kecil di Bone. Ayah dulu pedagang tempe, ibu di rumah," ungkapnya terbata-bata. (agung/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan