Gubernur Edy Akui Ditelepon Menko Mahfud hingga Rekeningnya Ikut Diperiksa

Jumat, 2 Juli 2021 07:05

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Foto: sumutpos.co

FAJAR.CO.ID, MEDAN– Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akhirnya blak-blakan mengaku pernah ditelepon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait kasus jual-beli vaksin covid-19 di Sumut.

Pengakuan tersebut diungkapkan Edy Rahmayadi saat meresmikan bangunan baru Rumah Sakit (RS) Haji Medan.

Dalam acara tersebut, Edy Rahmayadi meminta RS Haji Medan memberikan pelayanan yang baik.

Dia juga meminta pihak rumah sakit menepis stigma yang beredar di masyarakat bahwa rumah sakit haji itu mahal.

“Rumah Sakit Haji bayarnya lebih mahal. Obatnya CTM terus, sakit bisul CTM, sakit pusing CTM. Ini komentar khalayak loh, bukan saya yang ngomong,” jelas Edy Rahmayadi dalam keterangan yang dikutip GenPI.co, Kamis (1/7).

Kemudian, Edy Rahmayadi menyinggung kasus jual-beli vaksin yang dilakukan oknum dokter dari Dinas Kesehatan Sumut.

Karena kasus itu, Edy Rahmayadi mengaku sempat mendapat telepon dari Mahfud MD.

“Jangan dokter jual vaksin, salah sekolahnya ini. Yang ditelepon dari Menko Polhukam sana saya (karena kasus ini). ‘Gimana ceritanya Pak Edy sampai ada vaksin di jual-beli’,” ungkap Edy Rahmayadi.

Ternyata tak hanya ditelepon Menko Polhukam saja. Pasalnya, Edy Rahmayadi mengaku saat itu rekeningnya ikut diperiksa.

Namun, hal tersebut menurut Edy Rahmayadi tidak jadi masalah.

“Itu dikejar itu kayak mana aliran ke rekening gubernur. Karena ketidakbenaran satu-dua orang, saya sebagai gubernur di-bully. Tapi tak apa, memang tanggung jawab saya sebagai umara (pemimpin, red),” bebernya.

Bagikan berita ini:
10
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar