Kelaparan, Warga Makan Kulit Sepatu, Rayap, dan Abu Campur Asam

Jumat, 2 Juli 2021 10:14

Tempat perlindungan anak-anak di Ankilimarovahatsy, desa di ujung selatan tempat sebagian besar anak-anak kekurangan giz...

Laporan lain mengatakan orang telah makan tanah liat, rayap dan berbagai zat yang tidak dapat dimakan lainnya. PBB secara eksplisit menghubungkan kekeringan – yang pada bulan Mei dikatakan sebagai yang terburuk dalam 40 tahun – dengan perubahan iklim.

The World Food Programme (WFP) mengatakan negara berpenduduk 26 juta orang itu tidak berkontribusi apa-apa terhadap krisis lingkungan tetapi harus membayar harga tertinggi. Direktur eksekutif David Beasley mengatakan situasinya cukup untuk membuat siapapun menangis. “Keluarga telah hidup dari buah kaktus merah mentah, daun liar dan belalang selama berbulan-bulan sekarang,” jelasnya.

Beratnya situasi juga memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari makanan, menurut WFP. Direktur organisasi regional di Afrika selatan, Lola Castro, menggambarkan tubuh ratusan orang dewasa dan anak-anak hanya menyisakan kulit dan tulang.

Dia mengatakan belum pernah melihat yang seburuk ini kecuali pada tahun 1998 di tempat yang sekarang disebut Sudan Selatan, setelah 28 tahun bekerja untuk WFP di empat benua.

Bagikan berita ini:
3
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar