Kenangan SBY dengan Rachmawati Soekarnoputri: Kritis dan Warisi Pemikiran Besar Sang Proklamator

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Presiden Indonesia Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut mengenang wafatnya Rachmawati Soekarnoputri.

Seperti diketahui, adik kandung Megawati Soekarnoputri meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 06.15 WIB, Sabtu (3/7/2021).

SBY mengungkit masa lalunya dengan anggota dewan pembina Partai Gerindra itu melalui tulisannya yang diunggah di Facebooknya.

Dia mengungkapkan saat bertemu pertama kali dengan Rachmawati. Hingga saat dirinya menunjuk almarhumah sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dieranya.

Berikut tulisan lengkap SBY dikutip Fajar.co.id:

SELAMAT JALAN IBU RACHMAWATI

Oleh: Susilo Bambang Yudhoyono

Hari ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah karena menderita Covid-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah Swt serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Sungguhpun Ibu Rachmawati adalah manusia biasa, seperti kita semua, banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Saya yakin Allah akan menimbang segala ibadah, amal dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia.

Sebagai seorang sahabat, secara pribadi saya punya banyak kenangan dengan Ibu Rachmawati. Melalui mimbar ini, beberapa di antaranya ingin saya sampaikan kepada khalayak semua, sungguhpun rasa duka dan kehilangan masih menyelimuti keluarga dan sahabat-sahabat beliau di hari kewafatannya ini.

Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas saya sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan "keynote speech" pada acara haul Bung Karno yang ke seratus tahun. Secara khusus saya diminta untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. Tentu dengan senang hati permintaan itu saya penuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, saya aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, saya kemukakan pandangan saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain.

  • Bagikan