Ketatnya Persaingan Kader Potensial Golkar di Pilgub Sulsel 2024

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Pemilu 2024 bukan hanya sebatas tentang pemenangan calon kepada daerah, tetapi juga pemenangan partai.

Termasuk di Pilgub Sulawesi Selatan yang diharapkan bisa kembali menjadikan wilayah tersebut sebagai lumbung suara Golkar.

Ya, partai berlambang beringin rimbun itu memang tak pernah kehabisan kader potensial dalam mengarungi kontestasi politik di tingkat apapun. Termasuk nantinya pemilihan Gubernur Sulsel 2024.

Golkar memiliki sejumlah kader rising star yang punya kapasitas mumpuni untuk disokong merebut kursi 01 Sulawesi Selatan.

Sebut saja Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe, Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid dan Erwin Aksa, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, hingga Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi.

Taufan Pawe yang juga Walikota Parepare dua periode itu punya keistimewaan lebih dibanding yang lainnya, karena ia punya jabatan strategis sebagai orang nomor satu di Golkar Sulsel.

Para kepala-kepala daerah di kabupaten yang juga kader Golkar seperti Bupati Gowa Adnan Purichta IYL tak bisa dipandang sebelah mata. Keponakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu masih tercatat sebagai kader Partai Golkar yang memiluliki basis pendukung yang patut diperhitungkan.

Pada Pilkada Gowa 2020 lalu, Adnan yang berpasangan dengan Abdul Rauf Malaganni Kr Kio meraup suara 90,91% melawan kotak kosong.

Kabupaten Gowa adalah daerah yang memiliki daftar pemilih tetap terbesar ketiga di Sulsel. Dalam Pilkada 2020, DPT Gowa mencapai 529.985.

Lalu Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi yang baru saja terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua DPD II Golkar Bone juga tak bisa dianggap remeh.

Ia tercatat telah dua periode menjadi bupati di daerah dengan daftar pemilih tetap (DPT) terbesar kedua setelah Kota Makassar. Dalam Pemilu 2019 lalu, DPT Bone mencapai 543.646 jiwa.

Juga Bupati Luwu Utara dua periode, Indah Putri Indriani yang merupakan calon kuat ketua Golkar Luwu Utara diprediksi menjadi penantang figur-figur potensial lainnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma berpandangan, Golkar Sulsel memang tidak akan pernah kehabisan kader potensial untuk mengisi posisi-posisi politik termasuk nantinya untuk berkompetisi pada pilgub Sulsel 2024 mendatang.

Namun keberadaan banyak rising star yang menjadi calon potensial ini memang akan menguntungkan Golkar karena senantiasa siap untuk bersaing dengan dengan pilihan kandidat yang berkualitas.

"Dengan demikian, Golkar tidak akan terlalu dipusingkan untuk menemukan kandidat potensial, sekaligus punya modal politik yang baik jika pun harus melakukan bargaining dengan partai lainnya," jelas Sukri kepada fajar.co.id, Sabtu (3/7/2021).

Namun begitu, keberadaan para kandidat potensial ini juga menyimpan potensi masalah, terutama nantinya jika sudah harus menunjuk atau menetukan nama yang akan didukung secara resmi oleh Golkar.

"Dengan banyak kandidat potensial dari kader ini maka tentu Golkar harus dapat melakukan proses seleksi yang tepat untuk memastikan mendaftarkan kader terbaik diantara yang terbaik," bebernya.

Sekaligus memastikan bahwa siapapun yang nantinya kelak akan dipilih untuk dimajukan, maka kader lain yang tidak terpilih tetap akan solid untuk mendukung.

"Nah inilah pentingnya pimpinan partai Golkar untuk dapat menentukan mekanisme penentuan sekaligus mengadakan komunikasi yang intensif secara baik dengan para kader untuk memastikan kesolidan mereka," terangnya.

Soliditas ini, tegas Sukri, tentu dibutuhkan partai Golkar nantinya termasuk jika harus berkoalisi dengan partai lain, mengingat posisi partai Golkar yang cukup penting dalam peta politik di Sulsel. (dra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan