Respons Arahan Jokowi, JSDI Berkomitmen Hasilkan SDM Bertalenta Digital

Sabtu, 3 Juli 2021 21:19

IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) merespons arahan Presiden Joko Widodo dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertalenta digital dengan membentuk Satgas Nasional Pandu Digital, yang kemudian menginisiasi kegiatan ekstrakurikuler Pandu Digital (PD) untuk peserta didik pada satuan pendidikan.

Kegiatan eskul pandu digital ini merupakan sebuah program inovasi JSDI, dimana saat ini sudah 250 satuan pendidikan yang menyatakan kesediannya untuk melakukan pembentukan dan pemberdayaan eskul pandu digital, dan bersiap melakukan kolaborasi dengan pihak manapun untuk melakukan percepatan transformasi digital di Indonesia menuju Indonesia Emas.

Salah satu tahapannya adalah rekrutmen calon pengurus eskul PD dengan syarat harus lulus Pandu Digital dan mendapatkan badge merah.

Ketua Satgasnas Pandu Digital JSDI, Anshar Syukur mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler direspon antusias oleh peserta didik, dengan berbagai banyak alasan, diantaranya karena 4 hal.

“Pertama bahwa eskul ini mengusung kurikulum 4 kompetensi literasi digital yakni digital skill, Digital Character, Digital Safety dan Digital Creative, dimana menyeimbangkan antara hard skill dan soft skill, menyelaraskan antara kecakapan adaptasi terhadap teknologi dengan penguatan karakter terhadap pendayagunaan teknologi,” katanya ketika dikonfirmasi, Sabtu, (3/7/2021).

Kedua, kata dia, kegiatan eskul ini, menjadi alternatif, yang dapat dilakukan oleh peserta didik dimanapun mereka berada dan kapanpun. Dilaksanakan secara luring (offline) maupun daring (online) baik secara syncronous maupun asyncronous. Sehingga walaupun masa pandemi Covid 19, peserta didik masih dapat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler.

Ketiga, Hilangnya mata pelajaran TIK atau Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) yang membuat pemahaman terhadap teknologi informasi dan komunikasi rendah dan tidak terarah sementara sangat dibutuhkan, sehingga kehadiran eskul PD dengan kurikulumnya dapat menjadi alternatif.

“Keempat, jaringan antar anggota eskul pandu digital tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dengan program yang mumpuni,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Khoemeny, dari Gojek Indonesia Timur, yang juga ikut berpartisipasi mengaku sangat senang dan antusias bekerjasama dengan JSDI dalam rangka memahamkan literasi digital kepada para peserta.

Sekadar diketahui, Kegiatan rekrutmen calon pengurus eskul PD dilaksanakan pada hari Kamis, (1/72021) lalu dan dilaksanakan dalam bentuk webinar dan workshop dengan pemateri dari Kominfo, Gojek, Edukasi4 ID, dan trainer JSDI yang diakses melalui laman pandu.kominfo.go.id.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta dan yang berhasil lulus mencapai badge merah 896 orang. Pencapaian badge merah ini membuat target Kominfo RI 10.000 pandu digital badge merah terlampaui, karena dari kegiatan ini pandu digital badge merah mencapai 10.081. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
8
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar