Cegah Kegagalan Belajar Gelombang Kedua, JSDI Minta Sekolah Dihentikan Sementara

Minggu, 4 Juli 2021 22:26

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) meminta pemerintah menghentikan sementara Proses Belajar Mengajar (PBM) untuk mencegah kegagalan belajar atau learning loss gelombang kedua akibat Pandemi Covid-19.

Pasalnya, salah satu masalah serius di Indonesia diawal pandemi Covid-19 adalah adanya lebih dari 60% guru yang tidak mampu menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh yang berakibat pada buruknya kualitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Ketua Umum Pengurus Pusat JSDI, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan, hanya 5,7% guru yang memiliki kemampuan dan kreativitas yang baik untuk menyajikan pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan dan tetap berkualitas. Sementara 33% diantaranya bisa menggunakan teknologi dalam PJJ dengan kualitas seadanya. Angka persentase ini butuh pemetaan ulang.

Ia meminta Kemendikbud-Ristek, Nadiem Makarim menghentikan sementara seluruh PBM, agar bisa mengirimkan para guru untuk dilatih materi pembelajaran yang menarik dan berkualitas secara digital. Ia menamai program tersebut seperti halnya guru masuk bengkel.

“Karena itu, seharusnya yang dilakukan Kemdikbud adalah menghentikan sementara seluruh proses belajar mengajar dan mengirimkan seluruh guru di Indonesia selama 2-3 bulan. Jika memang tak bisa satu semester masuk bengkel. Guru yang 5,7% itu ditugaskan untuk melatih guru yang 33% untuk selanjutnya kedua kelompok guru ini melatih guru yang 60% tersebut. Pemetaan awal harus dilakukan dan setiap guru dipastikan bisa memberikan pembelajaran menarik dan berkualitas secara digital dengan minimal 18 metode berbeda untuk 18 pertemuan,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
1
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar