Dana Desa Dipakai Berwisata, Kejaksaan Janji Telisik

Minggu, 4 Juli 2021 11:19

ILUSTRASI. (INT)

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Pengelolaan Dana Desa (DD) di Sinjai sarat akan masalah. Kegiatan yang mestinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, justru dialokasikan berbeda.

Total DD yang dikelola 67 Pemerintah Desa se-Kabupaten Sinjai tahun 2021 sebanyak Rp73 miliar. Kucuran anggaran tersebut mestinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Jumlah yang telah terserap per 15 Juni 2021 sebesar Rp29,2 miliar atau sekitar 40 persen.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari penyaluran tahap pertama oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai sebesar Rp19,4 miliar atau sekitar 26,57 persen dari total pagu.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai, Anas Fazri merinci, DD tahap pertama tersebut terdiri dari alokasi wajib untuk penanganan Covid-19 sebesar 8 persen, yakin Rp5,8 miliar. Kemudian, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan ke 9.317 keluarga penerima manfaat sebanyak Rp4,1 miliar.

Lalu, Dana Desa reguler (non BLT) sebesar Rp9,3 miliar. “Penyaluran DD dibagi menjadi tiga tahap, tahap I 40 persen, tahap II 40 persen, dan tahap III 20 persen, setiap tahap diperuntukkan untuk dana BLT,” terang Anas, belum lama ini.

Bagikan berita ini:
6
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar