Dana Desa Dipakai Berwisata, Kejaksaan Janji Telisik

Minggu, 4 Juli 2021 11:19

ILUSTRASI. (INT)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sinjai, Andi Haryani Rasyid mengatakan, studi banding ke Desa Ponggok merupakan program Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi).

Hanya saja, baru tahun ini dilaksanakan karena tahun sebelumnya terjadi pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan masyarakat. “Saya ikut juga ke sana, secara regulasi memang tidak ada yang dilanggar, apalagi kegiatan ini untuk pengembangan desa,” jelasnya.

Presidium Forum Informasi dan Komunikasi (FIK) Organisasi Non Pemerintahan (Ornop) Sulsel, Haswandy Andy Mas mengatakan regulasi tentang pelarangan penggunaan dana desa untuk study tour tidak dijelaskan secara rinci. Namun dana tersebut hanya diperuntukkan perangkat desa atau Bumdes untuk pengembangan desa.

Meski demikian tidak elok jika itu dilakukan di masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut tidak mencerminkan keperihatinan dan ketaakan terhadap larangan pemerintah untuk mengurangi bepergian.

“Apa yang menjadi pertimbangan study tour tersebut dilakukan dimasa pendemi Covid-19. Apalagi infonya mereka membawa keluarga, sehingga study tour lebih mengarah ke rekreasi,” kata Haswandy.

Bagikan berita ini:
5
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar