Kerukunan Keluarga Turatea Berada di Pusaran Politik, Kenapa Tidak?

Minggu, 4 Juli 2021 21:19

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tokoh masyarakat Kabupaten Jeneponto, Annas Gs Karaeng Jalling mengaku keberatan jika Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) dibawa-bawa untuk kepentingan politik praktis.

“Awalnya, saya paling tidak setuju KKT dijadikan kendaraan politik atau berpolitik praktis dengan cara membantu partai-partai dalam pemilu dan pilkada, setidaknya pandangan ini lahir di waktu saya masih aktif sebagai penyelenggara kepemiluan atau pekerja demokrasi,” ujar Annas yang juga mantan Sekretaris KPU Sulsel itu, Minggu (4/7/2021).

Namun, saat dirinya tak lagi aktif dalam birokrasi terlebih pada bidang penyelenggara pesta demokrasi dan mulai masuk bergabung dari bagian keluarga besar KKT, Annas pun menyadari betapa pentingnya perpolitikan di KKT itu.

Ia kemudian mulai berpikir bahwa KKT harus atau mesti berubah sikap politiknya, terutama dalam hal partisipasi dan penyaluran aspirasi politiknya perlu diberikan ruang dalam konstitusi KKT supaya tidak ketinggalan mementum politik di setiap masa pesta demokrasi.

“Alasannya sederhana, yakni anggota KKT itu banyak di mana-mana, tersebar di seluruh penjuru dan selalu menjadi bagian dari dinamika sosial kemasyarakatan dan tentu itu adalah kekuatan besar,” bebernya lagi.

Perlu diketahui bahwa jumlah populasi maupun SDM KKT di luar Jeneponto itu sangat besar hampir sama banyaknya dengan penduduk Kabupaten Jeneponto.

Itulah sebabnya, kata Annas, mengapa KKT perlu melakukan perhatian serius mengenai dijadikannya KKT sebagai salah satu lumbung suara politik yang sehingga KKT dapat diperhitungan di berbagai even-even politik seperti pilpres, pemilu dan pilkada

Bagikan berita ini:
7
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar