Kisah Fadli… Resign dari Kemendes Demi Kelor, Makin Eksis di Tengah Pandemi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE -- Pemuda Bone, Fadli, telah memulai bisnis yang begitu menjanjikan untuk kelor. Konsepnya home industri. Pekerjaannya hanya 4 jam dalam sehari. Dia mulai membangun dari desa, dan telah membidik pasaran internasional, Jepang.

Fadli merupakan CEO PT Plaza Desa Indonesia. Dia telah memulai sebuah terobosan untuk masyarakat. Idenya sangat gila.

Awal dia mulai usahanya sejak Desember 2019. Sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kementerian Desa, dan melihat postur dana desa akan sia-sia kalau tidak dilakukan sebuah gebrakan. Desa-desa ini harus bekerja sama untuk membuat sebuah gebrakan.

"Juli 2019 saya keliling kampanye, karena tidak ada rumusnya desa bisa besar kalau tidak ada industri di dalamnya. Potensi apa pun dimiliki kalau tidak ada bahan baku. Namun kalau itu diolah, baru keren. Dan dikelola dalam waktu relatif singkat," katanya, saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Kata dia, alasannya sederhana. Mencoba untuk melawan pasar modern, makanya digagaslah sebuah plaza desa. Semacam pasar modern yang basisnya ada di kecamatan dan desa. Semua penjual kios di desa bekerja sama dengan induk di kecamatan.

Kecamatan yang mensupport barang-barang di desa, dengan mengkarantina uang di desa. Kebutuhan apa pun di masyarakat harus tersedia, dan masyarakat berbelanja di kecamatan dan tetap kembali ke desa.

"Kita tidak bisa mengeluh soal uang. Ada dana desa. Dikelola oleh Bumdes. Di kecamatan ada Bumdesma harus bekerja sama. Saya mau mencoba distributor asli Indonesia," ucapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan