Semangkuk Rendang di Atas Meja

Minggu, 4 Juli 2021 11:03

ILUSTRASI CERPEN FAJAR

Oleh: Ede Tea

“Mas, lebaran haji sebentar lagi!” keluh Mira. Keluhan yang sama sejak beberapa hari kemarin itu kini terdengar semakin berat.

Hamzah menoleh ke arah istrinya. Sorot matanya begitu tajam dan penuh. Dalam situasi seperti itu ia hanya bisa berpikir. Ia tidak mau mengalah dengan keadaan. Ia harus membuktikan bahwa dirinya adalah seorang ayah yang mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi. Seorang ayah yang sanggup berkorban untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.

“Insya Allah akan selalu ada rezeki untuk keluarga kita,” ujar Hamzah kemudian.

“Lanang dan Surya minta baju baru, aku juga butuh daging untuk buat rendang.”

Hamzah tersentak. Ia merasa bahwa dirinya telah gagal atau lebih tepatnya pantas disebut suami yang tidak bertanggung jawab.

Sehari menjelang hari pertama puasa kemarin, Hamzah diberhentikan oleh mandornya dengan alasan pengurangan karyawan. Ia kalang kabut mendengar hal itu. Alhasil ia tidak bisa menuruti keinginan kedua anaknya untuk membeli baju baru. Hamzah pun berjanji akan menggantinya saat lebaran haji. Namun, pada kenyataannya ia masih seorang pengangguran. Saban hari tiada hentinya Hamzah merenung.

Bagikan berita ini:
8
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar