Semangkuk Rendang di Atas Meja

Minggu, 4 Juli 2021 11:03

ILUSTRASI CERPEN FAJAR

“Saya sudah menguncinya, Pak. Sumpah!” sahut Hamzah bergetar.

“Lalu kenapa sapi-sapi itu bisa hilang? Pokoknya kamu harus ganti rugi. Sebagai gantinya, upah kamu sampai tiga bulan ke depan tidak akan saya bayar!”

“T-tapi… bagaimana untuk keperluan lebaran haji besok, Pak. Saya sangat butuh uang!” ujar Hamzah memelas.

“Bukan urusan saya!” timpal lelaki tua itu seraya meninggalkan Hamzah.

Seketika itu Hamzah merasa tanah yang sedang ia pijak terbelah dan menguburnya jauh ke dasar tanah. Ia tidak bisa berkutik. Hamzah ingin menjerit, tapi ia tidak punya kuasa.

Setelah Mira mendengar cerita suaminya, ia hanya bisa menunduk. Ia tidak ingin kedua anaknya mengetahui hal itu. Namun, ia juga tidak bisa berbuat banyak. Sementara hari raya kurban sudah di depan mata. Terlalu banyak hal yang kini bersarang dalam kepalanya. Tiba-tiba cairan bening berkubang di kelopak mata Mira, lalu jatuh dengan perlahan.

Esoknya, Hamzah kembali tertimpa musibah. Dua ekor sapi hilang tanpa jejak. Melihat hal itu Pak Samad kian murka. Ia menghakimi Hamzah tanpa ampun. Dan puncak dari permasalahan itu adalah Hamzah diberhentikan tanpa menerima upah sepeser pun.

Bagikan berita ini:
5
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar