Semangkuk Rendang di Atas Meja

Minggu, 4 Juli 2021 11:03

ILUSTRASI CERPEN FAJAR

“Hasil jual sapi.”

“Apa?” Hamzah mencoba memastikan ucapan istrinya sekali lagi.

“Sudah, jangan dipikirkan. Gimana rendangnya? Sapi Tuban memang empuk!”

Hamzah segera berpaling menatap rendang dalam mangkuk. Ia langsung teringat dengan sapi milik Pak Samad yang hilang. Tiba-tiba perutnya terasa sangat mual. Benarkah itu? Lirih Hamzah seraya menatap wajah istrinya yang semringah. [*]

Tentang Penulis

Ede Tea lahir di Bogor. Karya-karyanya pernah dimuat di media cetak dan media daring. Cerpennya juga masuk dalam beberapa buku antologi. Merupakan alumni Klinik Menulis yang juga bergabung dengan Komunitas Pembatas Buku Jakarta.

Bagikan berita ini:
1
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar