Urgensi Vaksinasi dan Efektivitas Memutus Mata Rantai Covid-19

Minggu, 4 Juli 2021 19:10

Lalu, ternyata ada juga yang pakai rompi palsu, artinya, sudah vaksinasi, namun tubuhnya gagal membentuk antibodi. Atau memang memakai vaksin yang kurang mumpuni.

Lalu bagaimana sebaiknya? Prof Tasrief menjelaskan, sebaiknya vaksinasi tetap dijalankan dengan jenis vaksin yang lebih mumpuni (rompi anti peluru dengan standar SNI, misalnya), sehingga cakupan vaksinasi mencapai paling tidak 85 persen jumlah penduduk.

“Karena suasana masih memanas, perang belum usai, maka hindari melintas di area perang, alias bersabarlah untuk tidak mendatangani kerumunan,” ujarnya.

Pada saat yang sama, selain pakai rompi, cari ilmu kebal, alias tingkatkan imunitas, dengan mengolah raga dan rasa serta pikiran, jasmani dan rohani.

Banyak masyarakat yang menjadi pesismis, dengan datangnya gelombang ketiga ini. Mereka mempertanyakan hasil dari vaksinasi.

“Jadi masyarakat perlu dicerahkan melalui analogi sederhana. Mudah-mudahan dengan penjelasan itu, masyarakat tidak abai terhadap urgensi vaksinasi dan pentingnya prokes,” pungkasnya. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
10
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar