Baznas Enrekang Beri Bantuan Penelitian Rektor Unimen, Tepatkah?

Senin, 5 Juli 2021 16:11

ILUSTRASI. Dana bantuan

FAJAR.CO.ID, ENREKANG, — Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang tuai sorotan.

Hal tersebut setelah Baznas Enrekang kedapatan memberikan bantuan pendanaan penelitian doktor rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen), Yunus Busa.

Bantuan tersebut digelontorkan pada periode Plt Baznas Enrekang, Syawal Sitonda senilai Rp10 juta.

Salah seorang donatur zakat, Ari Fauzi mengaku kecewa melihat kebijakan Baznas Enrekang itu. Padahal, selama ini dirinya sudah percaya dana umat yang dikelola Baznas Enrekang diperuntukan kepada fakir miskin.

“Ini kenapa rektor diberikan bantuan seperti itu. Apa yang dilakukan pihak Baznas sangat menyakiti hati masyarakat Enrekang. Bisa saja atas kejadian ini membuat masyarakat tidak ingin setor zakat di Baznas,” katanya, Senin, (5/7/2021).

Anggaran bantuan itu digelontorkan pada Juni 2021 lalu, yang ditandatangani mantan Plt Syawal Sitonda yang juga diketahui sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Unimen Enrekang.

Rektor Unimen, Yunus Busa mengutarakan, tidak mengetahui dimana persoalan dana bantuan penelitiannya itu. Menurutnya, dirinya hanya mengajukan proposal.

“Ini perlu diklarifikasi. Jadi bukan bantuan untuk dana pendidikan, tapi tapi biaya riset penelitian S3 saya. Saya kira tidak ada masalah, karena saya cuma mengajukan proposal penelitian saya,” paparnya saat ditemui FAJAR.

Yunus mengungkapkan, dirinya meminta bantuan biaya itu dikarenakan judul penelitiannya terkait dengan masalah zakat, yakni kebijakan pengelolaan zakat berbasis penuntasan kemiskinan di Kabupaten Enrekang. Dia pun bersedia mengembalikan dana tersebut jika dipermasalahkan.

Bagikan berita ini:
1
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar