Ekonomi Sulsel Terdampak PPKM Darurat

Senin, 5 Juli 2021 15:39

Pusat perbelanjaan atau Mall terlihat sepi pengunjung saat virus corona mewabah. Foto Yessy Artada/jpnn.com

MAKASSAR, FAJAR — Pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa-Bali berdampak pada pengusaha di Sulsel. Beberapa sektor akan mengalami pelemahan.

Salah satu sektor yang bisa terdampak adalah jasa pengangkutan logistik. Tren distribusi barang dari Jawa masuk ke Sulsel cukup besar. Begitupun sebaliknya, pengiriman ke wilayah Jawa, utamanya untuk produksi hasil pertanian bisa saja terpengaruh.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Syaifuddin Syahrudi mengatakan, kondisi pandemi memang memberi pengaruh terhadap distribusi barang. Ada pengurangan sekitar 5-7 persen, apalagi ketika kondisi penerapan aturan pembatasan atau PPKM darurat.

Untuk aktivitas pelabuhan di Makassar, kata Syaifuddin, memang masih didominasi aktivitas barang masuk. Utamanya dari Jawa. “Aktivitas barang masuk sekitar 70 persen. Sementara yang keluar (dari Sulsel) hanya 30 persen,” bebernya kepada FAJAR, Minggu, 4 Juli.

Syaifuddin menuturkan, biasanya, selama daya beli masyarakat terjaga, distribusi barang yang didominasi komoditas pertanian ke wilayah Pulau Jawa tak berpengaruh. Akan tetapi, ada beberapa pembatasan aktivitas seperti rumah makan atau yang lain.

“Nah, kita harap sektor ini tetap terjaga di wilayah PPKM darurat. Apalagi, masih bisa take away. Mudah-mudahan distribusi logistik, utamanya untuk sektor pangan tak berpengaruh,” katanya.

Sementara untuk barang masuk ke Sulsel, kata dia, PPKM Darurat bisa saja berpengaruh. Apalagi jika produksi industri di Jawa berkurang. Otomatis akan ada penurunan jumlah distribusi barang, mulai dari produk kemasan, hingga material pembangunan yang juga besar masuk ke Sulsel.

Bagikan berita ini:
3
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar