Ekonomi Sulsel Terdampak PPKM Darurat

  • Bagikan


Sektor Perhotelan juga salah satu yang terpukul atas kebijakan PPKM Darurat. Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, pada Juni lalu, kondisi hunian hotel perlahan sudah mulai bergairah. Apalagi ditopang dengan kegiatan dari berbagai kementerian atau instansi pusat di Makassar.


Namun, saat pemberlakuan PPKM, kondisinya kembali menurun. Tingkat hunian hanya sekitar 40 persen sampai 45 persen. Itupun masih berpotensi merosot dengan adanya batasan kegiatan dari pusat di Makassar pasca kebijakan WFH di Jawa dan Bali.


"Jadi PPKM di Jawa dan Bali bukan cuma bedampak di sana saja. Tetapi terasa sakit di Sulsel. Kementerian serta kunjungan dari luar kita harapkan bisa mendongkrak tingkat hunian, tetapi sekarang terus berkurang," bebernya kepada FAJAR kemarin.


Menurutnya, pasar lokal tak bisa mendongkrak tingkat hunian untuk hampir 15 ribu kamar hotel di Makassar. "Sebarapa kuat pasar lokal? Harapan kita dari pusat. Dulu, dua kali seminggu menteri-menteri (Kementerian) bawa rombongan untuk berkegiatan. Sekarang sudah sepi," tambahnya.

Dia berharap insentif dana hibah pariwisata segera bisa disalurkan oleh Pemerintah Pusat untuk hotel dan restoran. Hibah pariwisata ini bisa membantu pengusaha dalam masa sulit ini.


Kerua Apindo Sulsel, La Tunreng mengatakan, dampak PPKM Darurat tak hanya bisa dilihat dari satu sektor saja. Wilayah Jawa sangat erat kaitannya dengan Sulsel. Semua sektor usaha hingga industri pasti akan terdampak hal ini.
"Karena pemerintah mengeluarkan kebijakan ini untuk melindungi masyarakat. Dampaknya, pasti akan memukul ekonomi. Jam operasional usaha dipangkas, tentu akan memberi pengaruh nantinya,” tambahnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan