Ekonomi Sulsel Terdampak PPKM Darurat

  • Bagikan

Berdamai dengan Covid

PPKM Mikro cukup berdampak pada aktivitas pelaku usaha. Jika terus berkepanjangan, berpotensi mematikan usaha.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Muhayyang mengatakan, PPKM Mikro yang semakin ketat membuat perekonomian yang sebelumnya sudah menggeliat kembali terhambat, bahkan terjun bebas.

"Kita maunya sebenarnya, dunia usaha dibuat damai saja dengan virus korona. Jadi bukan melawan korona. Makanya kita juga harapkan vaksinasi dipercepat agar aktivitas masyarakat berjalan normal kembali," ujarnya.

Sejauh ini, PPKM Mikro, kata Muammar, telah berdampak pada pengurangan aktivitas sejumlah perusahaan atau usaha. Hal itu sejalan dengan pengurangan upah untuk para karyawan. Situasi ini menjadi kekhawatiran, jika terus berlanjut maka bisa saja berdampak pemutusan hubungan kerja.


"Sejauh ini memang belum ada (PHK). Tapi, kalau berlanjut sampai Agustus, pasti banyak karyawan yang dirumahkan," imbuhnya.

PPKM Darurat di Jawa sebagai pusat perekonomian Indonesia, katanya tentu berpengaruh ke wilayah lainnya termasuk di Sulsel. Di Apindo, ada 300 perusahaan atau usaha yang bergabung mulai dari sektor industri, kuliner, hingga jasa.
Sebagian besar perusahan tersebut terhubung langsung dengan perekonomian nasional yang berpusat di Jawa. Iapun memastikan semua usaha itu terdampak aturan ini.


"Sektor kuliner yang terparah terkena dampak. Banyak restoran, kafe maupun hotel mengalami penurunan omzet," tandasnya.


Saat ini, usaha besar hingga kecil, semua terdampak aturan PPKM Mikro yang semakin ketat. Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumundari) Sulsel Bahtiar Baso mengharapkan pemerintah tetap memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha kecil.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan