Kaitkan Covid-19 dengan Konflik Geopolitik, Anis Matta: Indonesia Korban Sekaligus Konsumen

Senin, 5 Juli 2021 14:14

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Muhammad Anis Matta (dok Gelora)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Umum DPP partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta membeberkan analisisnya terkait pandemi Covid-19 yang tengah melanda berbagai belahan dunia.

Anis Matta mengaitkan Covid-19 dengan senjata biologi dalam konflik geopolitik.

Ia menyatakan sebuah kemungkinan Covid-19 digunakan sebagai senjata biologi.

“Kemungkinan yang buruk, yaitu Covid-19 ini juga digunakan menjadi senjata dalam konflik geopolitik,” ujar Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/7).

Anis Matta mengatakan Covid-19 ini datangnya dari Tiongkok dan Indonesia juga menggunakan vaksin dari negara tersebut.

Menurut dia, makna geopolitiknya adalah Indonesia sebagai korban dan pada waktu yang sama juga menjadi konsumen.

Anis juga menyoroti adanya perlombaan luar biasa dari empat kekuatan utama dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), Eropa, Rusia, China dalam memproduksi vaksin.

“Kita juga lihat di sini ada ‘racing’ atau perlombaan dari paling tidak empat kekuatan dunia yaitu, Amerika Serikat, Eropa, Rusia dan China dalam produksi vaksin,” ujarnya.

Meski demikian, Anis Matta mengaku belum mengetahui apakah industri vaksin akan menjadi salah satu leading industri di masa yang akan datang.

Karena itu, menurut dia, tidak begitu mengherankan apabila saat ini terjadi disinformasi luar biasa mengenai Covid-19.

“Misalnya tentang keburukan dan kelebihan dari tiap vaksin yang digunakan, karena ada instrumen pertarungan kepentingan global,” pungkas Anis. (Antara/jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
9
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar