Masuk Sulsel Wajib PCR, Tes Acak Pengunjung di Bandara dan Pelabuhan

Senin, 5 Juli 2021 15:34

Suasana penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-- arini/fajar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pintu masuk ke Sulsel diperketat. Pengunjung wajib mengantongi hasil pemeriksaan tes polymerase chain reaction atau PCR test, khususnya dari wilayah zona merah.

Tidak hanya itu, pemeriksaan secara acak juga akan dilakukan kepada pengunjung. Targetnya sebanyak 50 pemeriksaan setiap hari dilakukan di bandara dan pelabuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, pemeriksaan di pintu masuk di bandara dan pelabuhan dilakukan kepada orang-orang yang baru tiba di Sulsel. Targetnya sebanyak 50 orang dalam sehari secara random sampling.

“Testing ini lebih pada memastikan saja. Mengantisipasi pendatang yang masuk ke Sulsel,” kata Ichsan, Minggu, 4 Juli.

Ichsan menjelaskan, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro juga ketat dilakukan. Diatur cuma 25 persen dari kapasitas tempatnya. Pengetatan akan lebih diperketat jika peningkatan kasus semakin besar. “Tentu kita lihat perkembangan. Kita juga harus tetap melihat sektor ekonomi. Ekonomi harus bergerak,” paparnya.

Satgas Covid-19 mencatat, pada Minggu, 4 Juli, peningkatan kasus Covid-19 di Sulsel masih cukup tinggi, bertambah 176 kasus positif Covid-19. Meski tidak sebanyak sehari sebelumnya mencapai 327 kasus.

Penambahan kasus terbanyak di Makassar 94 kasus, Pangkep 21 kasus, Luwu Timur 20 kasus, hingga Jeneponto dan Bulukumba masing-masing 14 dan 8 kasus.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, PPKM Darurat tidak sampai diterapkan di Sulsel. Tetapi akan memperketat warga yang masuk ke Sulsel, khususnya dari Jawa dan Bali serta daerah zona merah lain. “Saya kira (PPKM Darurat) kita tidak perlu. Mudah-mudahan dengan diperketat di sana, kita jadi pendukung, bagaimana kita disini berlakukan pengawasan,” kata Andi Sudirman.

Bagikan berita ini:
5
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar