Tawarkan Penghasilan hingga Rp3,7 Juta, Pengusaha Kelor Ini Malah Diabaikan di Kampung Sendiri

Senin, 5 Juli 2021 10:17

CEO PT Plaza Desa Indonesia, Fadli

FAJAR.CO.ID, BONE — Usaha kelor begitu menggeliat. Pasarannya ada. Sangat menjanjikan. Urusan harga terjamin. Tak ada fluktuasi. Namun konsepnya tak di percaya di kampung halamannya sendiri. Tetapi ada sembilan daerah yang sudah memanggilnya untuk mengembangkan konsepnya.

CEO PT Plaza Desa Indonesia, Fadli menceritakan suatu ketika saat menawarkan konsep ke Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi yang menurutnya sudah cukup matang, walaupun belum sempurna.

Yakni, konsep Industri Kelor berbasis Home Industri. Setiap warga yang punya lahan 1000 meter persegi atau setara dengan 10 Are difasilitasi dengan mesin pengering daun kelor yang nilai investasinya sebesar Rp25 juta.

Empat bulan setelah penanaman, panen pertama dan seterusnya sampai 60 tahun bahkan bisa lebih, setiap bulannya masyarakat bisa berpenghasilan Rp3.750.000 per bulan atau paling buruknya Rp2 juta per bulan. Itu untuk 10 Are dengan 1 mesin pengering dan tenaga kerjanya adalah satu keluarga seisi rumah.

“Jadi pendapatan itu adalah pendapatan 1 keluarga yang waktu kerja per harinya adalah 4 jam. Dan saya tidak suka main-main kalau soal ide besar. Akhirnya saya pertemukanlah Bupati Bone dengan buyernya (Pembeli) lewat zoom. Alhamdulillah Bupati Bone sangat merespons positif,” kisahnya.

Setelah itu didatangkanlah buyernya di Bone dan ketemu dengan camat-camat dan OPD terkait di Hotel Helios. Sebagai bukti dukungan Bupati Bone dan Pak Sekda waktu itu. Dihimbaulah ke camat-camat untuk hadir. Dan didaftar hadir di atas 95 persen peserta undangan hadir.

Bagikan berita ini:
4
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar