Luhut Panjaitan Tebar Ancaman: Kita Jangan Diatur Orang Serakah

  • Bagikan
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengaku tidak tahu apakah dirinya akan kembali menjadi menteri di kabinet baru Jokowi-Ma’ruf Amin yang akan dilantik pada 20 Oktober 2019.

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan mengancam produsen obat dan importir yang memainkan harga obat di situasi darurat akibat pandemi Covid-19 ini.

Luhut yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengaku geram dengan harga obat yang melambung tinggi tak terkendali hingga menyulitkan para korban virus Covid-19.

Pernyataan tersebut terlontar dari Luhut Panjaitan saat jumpa media dalam evaluasi PPKM Darurat Jawa dan Bali, secara virtual Senin malam (6/7).

Luhut menambahkan akan menjerat para pelaku atau perusahaan yang melanggar aturan dengan UU 2/2002 Pasal 84 dan pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan.

“Siapapun hari ini baik perusahaan ataupun perorangan yang menghalangi dan melanggar kebijakan PPKM Darurat ini agar dapat ditindak tegas oleh pihak terkait,” tegas Luhut Panjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu menegaskan, hari Rabu besok (7/7), tidak boleh lagi ada kelangkaan obat-obatan di pasaran, akibat permainan para produsen obat yang hendak meraup keuntungan di tengah situasi darurat ini.

“Kita jangan diatur oleh orang-orang yang serakah. Saya tekankan hal ini. Dan kita harus tindak tegas dan kita sudah peringatkan dan tidak mendengarkan peringatan kita, kita akan tindak tegas,” katanya.

Luhut menyiapkan skema baru untuk mendatangkan obat impor.

Guna mengantisipasi kelangkaan obat akibat banyaknya korban berjatuhan yang terpapar pandemi Covid-19.

“Dan ini tadi saya juga sudah mengantisipasi beberapa importir obat untuk kita bisa melakukan langsung dari pabriknya dan nanti izinnya kita urus. Pokoknya tidak boleh ada kelangkaan obat,” tegasnya.

  • Bagikan