Modus Uang Terima Kasih, Padahal Gratifikasi

  • Bagikan
ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat Hukum Pidana UINAM Rahman Syamsuddin menegaskan penggunaan istilah “uang terima kasih” dalam setiap urusan tender-tenderan sudah termasuk kategori gratifikasi. Apalagi, jika uang tanda terima kasih itu diberikan kepada pejabat publik, ketika sebelum atau sesudah pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, bukan rahasia umum lagi, penggunaan istilah itu sudah menjadi sebuah kode untuk menguntungkan salah satu pihak yang menginginkan menang tender proyek. “Iming-iming itu sudah sering ditemukan. Seharusnya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, khususnya warga Sulsel untuk tidak menggunakan istilah itu lagi,” imbaunya.

Uang terima kasih dari Agung Sucipto kepada Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) dijembatani oleh Karaeng Nawang. Karaeng Nawang disebut-sebut adik kandung NA.

Pengamat Hukum Universitas Negeri Makassar, Herman menyebut penggunaan istilah uang terima kasih itu adalah akal-akalan dalam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). “Mau uang terima kasih, mau pemberian fee atau apapun itu penyebutannya itu hanyalah istilah belaka,” tegasnya. (dwi/arm).

  • Bagikan