Pemusatan Pasien Berpotensi PPKM Darurat di Makassar, Pemkot Sarankan Pembagian Rujukan

Selasa, 6 Juli 2021 15:36

Suasana penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-- arini/fajar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pemkot Makassar meminta Pemprov Sulsel mempertimbangkan distribusi rujukan pasien Covid-19. Pemusatan rujukan pasien ke Makassar bisa berujung pada pemberlakuan PPKM Darurat. Ekonomi dikhawatirkan lumpuh.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berharap pemprov menjadikan distribusi rujukan pasien ini sebagai perhatian khusus. “Karena kalau ditumpuk di satu tempat, takutnya nanti membuat Makassar jadi status merah, kemudian PPKM darurat turun,” ujarnya kepada FAJAR di Balaikota Makassar, Senin, 5 Juli.

Nah, jika PPKM Darurat diberlakukan, katanya, ekonomi mati. Padahal, penyebabnya bukan hanya dari internal Makassar saja. “Saya koordinasi dengan kadis kesehatan provinsi tentang hal. Beliau arahkan untuk konsolidasi dengan gubernur supaya provinsi dan kota bahu-membahu,” kata pria yang akrab disapa Danny itu, kemarin.

Danny mengutarakan, selama ini Makassar menjadi tumpuan penanganan Covid-19 di Sulsel. Lebih dari setengah penderita atau suspek berasal dari luar Makassar. “Kami bukan mengeluhkan hal ini. Tidak masalah. Cuma mari kita bersatu padu untuk bersama-sama menangani Covid-19 ini,” harapnya.

Menurutnya, alangkah baiknya jika penanganan Covid-19 bisa berbagi rayon. Misal, pasien dari wilayah Utara Sulsel ditangani di Parepare. Begitu pula dari wilayah Timur, ditangani di Bone, dan wilayah Selatan di Bantaeng.

Kalau pun ada pasien yang perlu dirujuk ke Makassar, pihaknya tetap siap. “Kalau kita bagi sistem penanganannya, tenaga kesehatan kita sebar juga. Misal, nakes di Parepare kurang, kita support dari sini. Lebih bagus begitu, sehingga penanganan ini kerja bareng-bareng semua,” usulnya.

Bagikan berita ini:
10
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar