Tak Masuk Akal, Ada Pajak ‘Bernapas’

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Zaman sekarang yang namanya pajak memang menjadi salah satu pemasukan berbesar pada suatu negara, diterapkannya pajak juga ada yang sukan dan tidak suka.

Namun bagaimana jika pajak yang diterapkan justru tak masuk akal alias aneh jika dipikir-pikir. Yaps benar sekali, berikut merupakan pajak-pajak aneh di berbagai negara.

1. Pajak Makanan Cepat Saji (Hungaria)

Sepertinya keinginan pemerintah agar masyarakatnya bisa hidup sehat bisa ditempuh dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan di Hungaria ini.

Pada tanggal 1 September 2011, Pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban memberlakukan pajak yang disebut sebagai “chip tax”.

Yaitu dengan membebankan pajak bervariasi terhadap produk produk yang mengandung kadar gula dan garam tinggi seperti minuman ringan, permen, makanan siap saji, dan cemilan.

Pemerintah mengharapkan bahwa pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara dalam anggaran kesehatan masyarakat dan membuat masyarakat Hungaria menjadi hidup lebih sehat, karena memilih makanan yang lebih organik.

2. Pajak Kepemilikan Anjing (Swiss)

Lain negara lain juga pajaknya, tapi bagaimana yah kalau yang dipajak itu hewan peliharaan seperti anjing?

Dog Lovers pastinya bakalan banyak dapat kendala dengan pajak anjing ini. Di Swiss, kalau kita tidak membayar pajak tahunan ini, hewan kesayangan kita ini bisa di tembak.

3. Pajak ‘Bernapas’ (Venezuela)

Pajak aneh yang terdengar aneh ini diberlakukan oleh pemerintah Venezuela . Pajak ini mengenakan kepada semua penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Maiquetia di Caracas sebesar 127 VEF.

Ternyata usut punya usut pajak yang dikenakan kepada penumpang ini akan digunakan untuk membayar biaya dari sistem penyaringan udara yang dipasang di bandara tersebut.

4. Pajak MedSos (Uganda)

Pajak kontroversial di Uganda ini akan menyasar situs medsos dan aplikasi medsos populer seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, dan Telegram.

Dengan adanya pajak ini, nantinya netizen Uganda diharuskan membayar pajak harian sebesar 200 Shilling.

Namun hal ini tidak berlaku bagi semua tipe media sosial, Netizen yang tidak menggunakan aplikasi atau situs media sosial yang masuk list pemerintah, tidak akan dikenakan pajak tersebut. Pajak ini akan berlaku secara efektif pada 1 Juli 2018.

Gimana jadinya jika pajak ini ada di Indonesia ya tipstrenners? Pasti netizen bakal bosen banget nggak bisa komentari orang lain!

5. Pajak Sumpit (China)

Setiap tahun ada sekitar 45 milyar sumpit yang sekali pakai di China yang berasal dari 25 juta pohon yang ditebag .

Angka yang cukup besar untuk penggundulan hutan yang entah datang dari mana itu, oleh karena itu pemerintahan China untuk mengenakan pajak sebesar 5% ketika masyarakatnya membeli sumpit sekali pakai.

6. Pajak Perdukunan (Romania)

Sihir, rerdukunan, astrologi dan peramalan adalah sebuah bisnis besar di Rumania, di mana banyak orang masih percaya pada takhayul.

Oleh karena itu untuk mengisi pundi negara lebih banyak, pemerintah disana kemudian memberlakukan pajak kepada profesi seperti penyihir, dukun, peramal, dan astrolog.

Menurut undang-undang baru, mereka semua diharuskan membayar 16 persen dari penghasilan mereka sebagai pajak. Pajak baru ini menimbulkan perpecahan antara para penyihir asli Rumania.

Beberapa dari mereka melihatnya sebagai pengakuan resmi atas pekerjaan mereka oleh pemerintah, sedangkan yang lain melihatnya sebagai pemeresan modern dan tidak setuju akan pajak ini.

Mereka tidak senang dengan dan bahkan mengancam akan menyantet pemerintah. Serem juga ya tipstrenners!

7. Pajak Kreator Konten (Tanzania)

Berdasarkan undang-undang baru yang disahkan berdasarkan Peraturan Komunikasi Elektronik dan Pos (Konten Online) Tanzania pada tanggal 16 Maret 2018.

Dimana pemerintah Tanzania mengharuskan semua pembuat konten online untuk mendapatkan lisensi dan membayar pajak tahunan.

Pemerintah Tanzania mengatakan hal ini agar mereka bisa mendapatkan pemasukan sekaligus mengontrol berita hoax. Biayanya sekitar $440 kepada pemerintahan dulu baru bisa bikin konten.

Meskipun pajak ini berlaku bagi semua pengguna medsos seperti, pembuat podcast, atau pengguna forum, pengguna instant messanger, online radio, dan televisi, tapi blogger-lah yang terkena dampak paling besar. (ayu/tipstren)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan