TNI Marah, Merasa Tidak Dihargai oleh Pemain Catur saat Penutupan Warkop di Makassar

Selasa, 6 Juli 2021 22:06

Suasana warkop saat petugas tiba.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah satu warkop yang berlokasi di Jalan Tarakan, Makassar didapati tetap beroperasi di atas waktu yang telah ditentukan, pada masa pandemi Covid-19 di kota Anging Mammiri ini.

Pengelola warkop didapati masih beroperasi hingga larut malam dan juga mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan, kedatangan aparat gabungan di sana sempat diabaikan oleh pengunjung.

Dia tetap melanjutkan permainan caturnya di tengah kesibukan aparat menegur pengelola warkop dan memberikan surat teguran tertulis.

Pengunjung itu pun dianggap tidak menghargai petugas. Hingga akhirnya, salah satu aparat TNI yang ikut dalam operasi ini pun memarahi dua pemain catur tersebut.

Beruntung, emosi aparat TNI itu tidak berlarut. Pengunjung yang sebelumnya bermain catur, memilih berhenti dan mendengarkan imbauan aparat yang tengah melakukan operasi.

Master of Makassar Recovery, Aulia Arsyad, mengatakan, pihak pengelola warkop dan pengunjung di sana sama-sama tidak menerapkan protokol kesehatan dan sudah berulang kali ditegur.

“Warkop itu memang didapati melanggar. Makanya kami lakukan teguran tertulis. Itu memang masih kurang kesadaran saat pegawai dan pengunjungnya tdk pakai masker,” kata Aulia, Selasa (6/7/2021).

Setelah imbauan dilakukan, aparat yang terdiri dari Satpol PP, polisi dan TNI itu pun memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada pengelola warkop.

Ke depan, jika mereka tetap beroperasi di hingga malam hari, aparat gabungan melakukan penutupan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerumunan.

Bagikan berita ini:
1
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar