Tolak Masjid Ditutup, dr Koko: Justru Harus Dibuka, Tinggal Didisiplinkan

Selasa, 6 Juli 2021 10:26

dr. Andi Khomeini. /Twitter.com/@dr_koko28.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Penggagas platform Vaksin untuk Kita (VUK), dr Andi Khomeini Takdir, SpPD menolak kebijakan pemerintah yang menutup tempat ibadah selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Menurutnya, masjid tetap bisa dibuka. Asalkan semua pintu dan jendela masjid dibiarkan terbuka, agar terjadi sirkulasi udara.

“Masjid2 gak perlu ditutup. Justru harus dibuka. Semua pintu dan jendelanya yang bisa kebuka, buka. Jamaah pake masker. Jaga jarak. Jaga kebersihan,” katanya dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya @dr_koko28, Selasa (6/7/2021).

Chairman JDN Indonesia itu menyebutkan anjuran masjid tetap dibuka sudah disuarakan sejak awal pandemi Maret 2020 lalu.

“Sudah setahun lebih. Anjuran kami tidak berubah. Tinggal bagaimana hal tsb didisiplinkan dan dibudayakan untuk sementara waktu,” sebutnya.

Tak hanya itu, Dokter Andi Khomeini juga memberikan kritik keras penggunaan obat-obatan tertentu untuk pasien Covid-19 yang tidak terkontrol dan tanpa pengawasan oleh tenaga medis.

dr Koko sapaan akrabnya khawatir hal itu akan berisiko pada kesehatan pasien, terutama pada jantung ginjal dan hati jika penggunaan obat-obat tertentu tidak terkontrol.

“Ini kenapa segala azithro, favipi, oselta, levo, dexa, dan ivermec dihambur kayak kacang goreng dimana2 tanpa pengawasan dari tenaga medis? Apa gak takut bikin superbug kelen? Apa gak kasian jantung, ginjal dan hati kalian itu? Ampun ampun…,” ungkapnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar