Wamendag: Aset Kripto Bukan Alat Pembayaran

Selasa, 6 Juli 2021 09:31

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan bahwa aset kripto hanyalah sebuah komoditas dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

“Perlu kita sampaikan kepada publik bahwa di Indonesia aset kripto hanyalah sebagai komoditas. Ini yang sering kita sampaikan. Clear, jelas, dan tegas. Kenapa? Karena banyak yang mungkin mis-persepsi, mungkin mengira ini bisa dijadikan sebagai alat pembayaran, padahal tidak. Alat pembayaran sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia hanyalah Rupiah,” kata Jerry Sambuaga dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar secara virtual bertajuk “Menoropong Aset Kripto di Indonesia”, Senin (5/7/2021).

Wamendagpun menjelaskan, karena kripto hanyalah sebatas komoditas maka itu disebut sebagai aset kripto.

Ia memaparkan, jika pada tahun 2015 aset kripto belum begitu booming. Namun, sekarang kalau lihat nilai transaksi berdasarkan data yang ada itu sebesar Rp101,7 triliun. Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Menurutnya, ada potensi yang sangat besar dari komoditas ini karena ada antusiasme masyarakat khususnya generasi muda. Tentunya, Kementerian Perdagangan kemudian akan meregulasi ini agar lebih sistematis dan ada peraturan yang jelas sebagai paying hulum. Tujuannya adalah proteksi dan pertimbangan kepada konsumen.

“Bagaimana memastikan konsumen. ya ini melindungi secara penuh. Oleh karena itu saya sampaikan, ke depannya nanti ya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami akan establish di bursa untuk memastikan semua transaksi, pencatatannya, penyimpanannya, dan aktivitasnya, dan seluruhnya terorganisir dengan baik, terregulasi dengan baik, sehingga konsumen itu terlindungi,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
9
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar