Diduga Manipulasi Data Covid-19, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Sulsel

Rabu, 7 Juli 2021 15:40

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari membantah adanya pengurangan atau penambahan data Covid-19 Sulsel.

Ichsan menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium yang positif ada dua, yakni yang pertama kali diperiksa dan yang masuk tahap kontrol. Tahap kontrol kata dia, untuk mengetahui pasien tersebut sudah sembuh atau belum di hari ke 10 sampai 14.

“Dilakukan dua kali pemeriksaan untuk setiap pasien positif. Jadi tentu pemeriksaan yang dilakukan ada bahkan satu pasien sampai tiga kali. Sehingga terkumpullah dalam data itu. Sehingga kelihatan lebih banyak,” katanya, Rabu, (7/7/2021).

Ia menjelaskan data pasien positif Covid-19 yang dirilis adalah data hasil pemeriksaan lab yang pertama. Data tersebut yang dirilis Satgas Covid-19 Sulsel, tidak diambil langsung dari laboratorium melainkan dari data (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Litbankes Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi NAR (New AllRecord).

“Kami sekarang dengan sistem yang namanya NAR, kita mengambilnya dari Litbankes hasil pemeriksaan dari atau data yang dikirim oleh laboratorium ke Litbangkes. Jadi kita tidak mengumpulkan lagi data-data hasil dari laboratorium kemudian kita kompilasi kemudian kirim ke pusat. Sekarang laboratoriun langsung ke pusat. Provinsi dapatnya data dari pusat. Jadi sangat berbeda,” jelas Ichsan.

Ia menegaskan tidak ada manipulasi data karena semua berbasis sitem dari pusat hingga daerah.

Bagikan berita ini:
8
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar