Mall Diizinkan Buka, Pasar Tradisional Ditutup, Anak Buah AHY: Kalau Urusan Solo, Rezim Ini Diskriminasi

  • Bagikan
Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat kubu AHY Yan Harahap (instagram.com/@yanharahap)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat Yan Harahap menyoroti kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Surakarta (Solo).

Pasalnya, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka memutuskan untuk tetap membuka mall selama PPKM Darurat.

Sementara 8 pasar tradisional diantaranya Pasar Pasar Klithikan Notoharjo ditutup selama dua pekan, 4-20 Juli 2021.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menilai pemerintah terkesan diskriminasi dalam pemberlakukan aturan PPKM Darurat.

"Kalau sudah urusan Solo, rezim ini pun terlihat tak malu-malu pertontonoan diskriminasi," katanya dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (7/7/2021).

https://twitter.com/YanHarahap/status/1412549195706163201

Sebelumnya, Wali Kota Gibran menyatakan beda antara aturan pusat dengan daerah. Ia beralasan bahwa ada mitra di mall yang bisa bergerak guna memenuhi kebutuhan yang ada.

“Buka (Mall). Tapi nanti ada aturan-aturannya. Yang buka hanya yang jualan makanan, obat, dan supermarket. Itu pun harus dibatasi,” jelas Gibran.(msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan