Oknum ASN Ditengarai Terlibat Politik Praktis, KASN Minta Pemprov Tegas

Rabu, 7 Juli 2021 21:56

Ilustrasi ASN

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dugaan terlibatnya salah satu ASN lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, yakni Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Mulyono Caco, dalam politik praktis masih disoroti.

Bahkan, Mulyono sendiri telah menjalani sidang kode etik pada sore tadi, di Ruang Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (7/7/2021).

Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengungkapkan, pihaknya tentu akan mengikuti regulasi yang berlaku.

Apalagi kata dia dalam Peraturan Pemerintah 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) jelas diatur kewajiban dan larangan PNS.

“Tentu kita mengikuti prosedur yang ada. Ada PP 53 tentang disiplin pegawai, supaya ASN ini hati-hati memberikan pelayanan kemudian interaksi sosial di lapangan. Sehingga kita harus lakukan yang terbaik,” katanya, ketika ditemui di Kantor Gubernur, usai sidang.

Kendati demikian, untuk hasil sidang kode etik kata Hayat baru akan keluar pekan depan karena harus melalui pertimbangan yang matang.

“Ditunda dulu. Nanti pembacaan hasil Minggu depan. Kita mau secara jernih melihat. Betul-betul adil. Jadi kita mau lihat dari semua segi baru kita putuskan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi, menyebutkan, setelah berkoordinasi dengan KASN lewat zoom, salah satu hasil pembahasan adalah lanjut ke sidang etik.

Menurutnya, keterlibatan Mulyono memang hanya kepada Ormas. Hanya saja ormasnya diketahui berafiliasi dengan salah satu parpol.

“KASN mengatakan salah. Tapi kalau saya berpikir, kalau Ormas tidak ji. Tapi memang tidak boleh kan kita parpol. Hanya saja ini ormas berafiliasi ke salah satu partai politik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, foto Mulyono saat menghadiri acara Partai Golkar beredar luas. Namun, Mulyono telah membantah keterlibatannya ke dalam salah satu parpol. Menurutnya, ia tak akan mungkin mengorbankan status ASNnya, apalagi, tidak lama lagi ia akan pensiun.

Ia mengaku menghadiri agenda Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) selaku sebagai ketua.

“Sepertinya saya dikanalisasi. Ada yang isukan mau masuk kosong satu di Kabupaten Wajo. Saya ASN, tiga tahun lagi saya pensiun. Tidak mungkin saya mau korbankan PNS ku,” katanya kepada Fajar.co.id, Jumat (25/6/2021) lalu. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
6
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar