Pagi-pagi Diceramahi PKS, Danny Pomanto Bakal Evaluasi Kebijakannya Sendiri

  • Bagikan

Kebijakan non populer itu mengundang sangkaan diskriminatif di tengah-tengah masyarakat. Tak terkecuali dari para elite PKS Kota Makassar.

Sekretris Fraksi PKS, Azwar mengatakan kedatangannya menemui Danny di pagi hari guna mengingatkan sang walikota untuk meninjau ulang kebijakan yang telah ia gulirkan itu.

"Memang PPKM bukan kewenangan daerah, tapi merupakan instruksi pemerintah pusat. Sehingga daerah yang dianggap rawan penularan Covid-19 diminta untuk menerapkan aturan itu," kata Azwar saat dihubungi fajar.co.id, Rabu (7/7/2021).

Selain Azwar, tampak pula Ketua DPD PKS Makassar Anwar Faruq dan Ketua Fraksi PKS Andi Hadi Ibrahim Baso.

Sementara dari perwakilan pemuka agama tampak hadir di antaranya Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan Ustaz Muchtar Daeng Lau.

Azwar melanjutkan, kebijakan penutupan rumah ibadah sementara THM, panti pijat dan sejenisnya diperbolehkan buka adalah sebuah kebijakan diskriminatif yang dinilai rawan munculnya kecemburuan sosial. Apalagi masyarakat Makassar dikenal religius.

"Kami minta Pak Walikota bersikap adil. Jika Masjid saja harus tutup, THM juga dong," tegasnya.

Hasilnya, Danny akhirnya melunak. Di depan para ulama, ia berjanji akan mengvaluasi kebijakan itu.

"Pak Wali berjanji akan meninjau ulang kebijakannya, setidaknya dalam 1-2 hari ini. Ya, THM juga dilarang buka," terang Azwar. (dra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan