Pemkot Isolasi Pasien di Kapal, Sedang Cari Armada Pelni

Rabu, 7 Juli 2021 10:44

Tim Detektor

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Isolasi di rumah tak efektif. Utamanya di kawasan kumuh. Kapal jadi alternatif.

HOTEL sempat jadi kondiserasi, namun butuh biaya besar. Berbeda dengan kapal, anggarannya relatif kecil. Sementara, pusat isolasi dibutuhkan dengan status Makassar sebagai episentrum Covid-19.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku memanfaatkan kapal Pelni. Ada program “isolasi apung”, yang menjadikan kapal sebagai tempat karantina.

Kapal yang dimaksud Danny, sapaannya, adalah yang tidak beroperasi atau tidak produktif lagi. Selain untuk pasien, fasilitas isolasi ini juga untuk tim detektor yang bertugas di lapangan jika terpapar Covid-19.

Kapal dinilai lebih efektif dengan jumlah bed mencapai ribuan dibanding hotel. Danny mengaku telah membahas usulan ini dalam rapat dengan tim Covid-19 Makassar.

“Salah satu yang dihasilkan dari rapat itu adalah ide tentang isolasi mandiri apung di atas kapal,” kata Danny ditemui FAJAR di kediamannya, Selasa, 6 Juli.

Kapal Pelni yang besar kapasitasnya sampai 2.000 orang, sementara kapal kecil bisa 1.000 orang. Untuk 2.000 orang isolasi di hotel, membutuhkan 10 hotel besar. Pemkot tak sanggup.

Apalagi, ia mengkhawatirkan penularan Covid-19 varian baru melalui AC. Karenanya, isolasi apung efektif dan efisien. Pihaknya butuh satu kapal yang bakal parkir di area Pantai Losari.

Danny mengaku mengusulkan ide ini kepada Menteri Perhubungan. “Setelah mencari kontak Menteri Perhubungan, lalu dibuat surat permohonan. Siapa tahu ada kapal-kapal yang tidak produktif lagi bisa dipakai isolasi mandiri per bulan,” ujar Danny.

Bagikan berita ini:
7
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar