Presiden Jokowi Tak Berdaya Hadapi Pandemi Covid-19, Demokrat Ungkap Tiga Kesalahan Sejak Awal

Rabu, 7 Juli 2021 13:50

Benny K Harman. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kabinetnya tak berdaya menghadapi tentara covid-19 yang semakin ganas.

Selama setahun terakhir, pandemi Covid-19 telah menyebabkan ribuan nyawa melayang di Tanah Air.

“Perang semesta lawan Covid-19 sudah berlangsung setahun lebih. Presiden Jokowi selaku pemimpin perang dengan dibantu kabinetnya tidak berdaya, tentara Covid makin ganas. Banyak korban berjatuhan,” kata Benny, dikutip dari akun Twittr miliknya, @BennyHarmanID, Rabu (7/7/2021)·

Menurut Benny, hal itu terjadi lantaran ada tiga kesalahan sejak awal, yakni kesalahan strategi, menganggap enteng Covid-19 dan kurang koordinasi.

“Tampak ada kesalahan pilihan strategi, anggap enteng, dan minus kordinasi,” cetus anggota DPR RI ini.

Saat Covid-19 baru muncul di Cina, pemerintah justru gencar promosi wisata agar wisatawan mancangera yang batal ke Cina bisa beralih ke Indonesia.

Ketika Covid-19 masuk ke Indonesia, banyak pakar dan ahli menyarankan agar Indonesia segera lockdown. Namun pemerintah menolak karena takut resesei ekonomi.

Kini, kasus covid di Indonesia terus bertambah. Hingga Selasa (6/7) jumlah kasus Covid di Tanah Air sudah mencapai 2,31 juta kasus.

Dari angka tersebut, sebanyak 1,94 juta dinyatakan sembuh dan 61.140 orang meninggal dunia.

Singapura Sukses Tangani Covid

Lain halnya dengan Singapura. Negera yang dijuluki sebagai Negeri Singa ini dianggap sukses menangani pandemi Covid-19.

Singapura bakal menjadi negara pertama yang hentikan hitung kasus Covid-19 setiap hari.

Singapura akan memperlakukan virus Covid-19 seperti flu biasa untuk mengembalikan kehidupan normal.

Negara Asia Tenggara itu menerapkan aturan ketat untuk mengekang tingkat infeksi. Hasilnya, hanya 36 kematian sejak awal pandemi.

“Bukannya memantau jumlah infeksi Covid-19 setiap hari, kami akan fokus pada hasilnya,” tulis Kementerian Perdagangan, Keuangan, dan Kesehatan kepada Straits Times.

“Berapa banyak yang sakit parah, berapa yang di ICU, berapa yang perlu diintubasi oksigen, dan sebagainya. Ini seperti bagaimana kita sekarang memantau influenza,” tegasnya.

“Kita tidak dapat memberantasnya, tetapi kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” ungkapnya.

Para pejabat di Singapura bertujuan untuk memberikan setidaknya dua pertiga dari populasi suntikan pertama mereka awal bulan ini, dengan jumlah yang sama sepenuhnya disuntik pada awal Agustus.

“Bukti awal menunjukkan bahwa dengan vaksinasi, kita dapat menjinakkan Covid-19,” katanya. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
4
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar