Sidang Praperadilan Terduga Teroris di Makassar Batal, Densus 88 Tak Hadir

Rabu, 7 Juli 2021 15:30

Ilustrasi penangkapan terduga teroris. FOTO: BAY ISMOYO/AFP

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sidang praperadilan yang dilakukan oleh istri terduga teroris Muslimin, Andi Zakiah harus batal. Hal itu lantaran pihak tergugat, Densus 88 tidak hadir di persidangan.

Padahal sesuai agenda, sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, pada hari ini, Rabu (7/7/2021) sekitar pukul 09.00 WITA tadi.

“Kami dapat informasi dari paniteranya (PN), kalau tidak ada informasi dari tergugat (diwakili) Polda Sulsel,” kata kuasa hukum penggugat, Abdullah Mahir.

Ketidakhadiran tergugat dari Mabes Polri itu belum diketahui hingga saat ini. Andi Zakiyah yang dikawal oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim masih menunggu agenda sidang berikutnya, di PN Makassar.

Gugatan itu dilakukan karena menganggap bahwa istri dari klien mereka yang saat ini ditahan di Mabes Polri di Jakarta, belum terbukti terlibat bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar beberapa bulan lalu.

Apalagi, masa penahanan istri dari kliennya itu yang disebut sebagian terduga teroris, sudah lewat 21 hari sejak ditangkap Densus 88. Status hukum dua terduga teroris itu belum ditentukan.

Mahir bilang, pihaknya telah bersurat ke dua lembaga negara untuk mengadu terhadap suami dari kliennya tersebut.

Yakni di Komisi III DPR dan di Komnas HAM. Permintaan mereka hanya satu, yakni membebaskan Muslimin dan Wahyudin dari penahanan oleh Densus 88, karena tak cukup bukti sehingga tidak ada kejelasan status hukum terhadap dua orang tersebut.

Bagikan berita ini:
2
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar