Hidayat Nur Wahid: Jangan Jerumuskan Jokowi dengan Usulan Dekrit Perpanjangan Masa Jabatan

Kamis, 8 Juli 2021 20:30

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengkritik pihak-pihak yang menjerumuskan Presiden Joko Widodo dengan usulan dekrit perpanjangan masa jabatannya dengan alasan darurat pandemi Covid-19.

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid mengatakan, dekrit merupakan tindakan inkonstitusional yang dilakukan karena negara dalam kondisi darurat, suatu hal yang seharusnya dihindari oleh setiap kepala negara.

Apalagi covid-19 adalah pandemi yang juga melanda Amerika Serikat, Selandia Baru, Hingga Iran.

Tapi tidak ada satu negarapun yang menunggangi covid-19 untuk kepentingan kekuasaan politik jangka pendek. Seperti, melahirkan dekrit perpanjangan masa jabatan Presiden, meski gagal mengatasi covid-19.

Menurut Hidayat, dalam praktek ketatanegaraan Indonesia setidaknya ada dua kali dekrit disampaikan oleh Presiden Republik.

“Pertama, dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 5 Juli 1959 dan Presiden Gus Dur pada 23 Juli 2001,” kata Hidayat dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021).

Dekrit yang dilakukan oleh Presiden Soekarno untuk membubarkan dewan konstituante dan menyatakan kembali ke UUD NRI 1945 bisa dilaksanakan, walau sempat terjadi berbagai penolakan.

Sedangkan, dekrit atau maklumat yang diterbitkan oleh Presiden Gus Dur yang di antaranya membekukan DPR dan MPR tidak berhasil dijalankan, dan bahkan mengakibatkan Presiden Gus Dur lengser dari jabatannya lebih awal.

“Kita tidak ingin, usulan dekrit kepada Presiden Joko Widodo, terulang seperti kejadian dekrit Bung Karno yang setelah dekrit malah memberangus kehidupan demokrasi dan membubarkan Partai Politik. Kita juga tidak ingin Kejadian seperti Presiden Gus Dur, yang dibisiki oleh orang-orang di sekitarnya sehingga berdampak negatif pada Gus Dur. Dan wacana dekrit untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi itu, tentu juga malah memecah fokus dan dapat menghadirkan kegaduhan baru di tengah pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, dan yang mestinya kita hadapi secara kompak dan bersama-sama,” jelas Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
5
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar