Kemesraan China dan Indonesia di Sektor Perdagangan Harus Dimanfaatkan Sulsel

Kamis, 8 Juli 2021 20:57

Ketua GPEI Sulsel, Arief Pabettingi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — China menjadi mitra dagang Indonesia paling besar pada tahun 2021. Nilainya mencapai 79 miliar dolar AS atau setara Rp1.137 triliun.

Sulsel harus memanfaatkan peluang ini, apalagi China selama ini sangat membutuhkan nikel.

Khusus di sulsel produksi nikel cukup besar, disuplay dari PT Vale Indonesia dan PT Huadi Nickel Alloy. Selain nikel, komoditas lainnya seperti udang rumput laut dan juga ikan olahan sangat diminati pasar China.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Impor (GPEI) Sulsel, Arief Pabettingi, mengatakan kemesraan China dan Indonesia di bidang perdagangan harus dimanfaatkan Sulsel.

Pemerintah dan pengusaha harus mencari komoditas baru yang potensial. Selama ini kata Arief, masih didominasi nikel dan komoditas perikanan.

Terbukanya pasar seluas-luas nya dari China kata Arief, merupakan peluang besar.

“Sektor perkebunan harus dimaksimalkan, porang dan manggis bisa jadi andalan baru. Ini banyak di Sulsel,” jelasnya, Kamis (8/7/2021).

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyebut China akan menjadi mitra dagang nomor satu bagi Indonesia. Dari target nilai perdagangan 79 miliar dolar AS, pada kuartal pertama tahun ini nilainya sudah ada 25 miliar dolar AS.

“Ini cukup besar nilainya, China akan menjadi mitra dagang terbesar kita,” sebutnya.

Tak hanya itu, investasi China di Indonesia juga cukup besar. Pada tahun 2020 mencapai 4,5 miliar dolar AS. Jika ditambah dengan Hong Kong, total investasi keduanya mencapai 8,3 miliar dolar AS.

Bagikan berita ini:
8
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar