MUI Makassar Setuju Ibadah di Rumah

Kamis, 8 Juli 2021 15:10

Ilustrasi Salat Id.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Sejumlah organisasi keagamaan memaklumi kebijakan PPKM. Termasuk MUI Makassar.

PADA Selasa, 6 Juli, Pemkot Makassar telah mengeluarkan aturan baru berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu poinnya adalah menutup sementara rumah ibadah.

Berlaku selama dua pekan, berlaku 6-20 Juli 2021. Keberlanjutannya akan ditentukan oleh status setiap RT/RW. Ke depan, status zonasi Covid-19 memang akan diperkecil.

Seiring dengan bergeraknya Covid Hunter dan Tim Detektor, selanjutnya akan dipetakan RT/RW mana saja yang berstatus zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Yang sempat menuai reaksi adalah kebijakan penutupan sementara rumah ibadah.

Menyikapi hal itu, pemkot mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, MUI, serta organisasi kemasyarakatan/kegamaan lainnya membahas kebijakan ini di Jl Amirullah, Rabu, 7 Juli.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar KH Abdul Muttalib Abdullah mengutarakan penangguhan salat berjemaah di masjid disetujui. Sebab, itu ikhtiar pemkot menjaga warga dari paparan Covid-19.

“Hanya saja, kita menyarankan lebih disosialisasikan dengan baik sehingga tidak menjadi kegaduhan besar seperti saat ini,” kata Muttalib yang hadir dalam pertemuan itu.

Apalagi, jika membandingkan rumah ibadah dengan tempat-tempat usaha hiburan. Muttalib mengimbau masyarakat tetap tertib dan tidak berlebihan menyikapi pentutupan sementara rumah ibadah.

“Sebab, sebetulnya hal ini sudah dilakukan pada awal-awal pandemi ini dan hasilnya efektif,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
1
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar